TRANSLATE THE BLOG TO YOUR LANGUAGE
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
HAFIDZ YOUNG SCIENTIST

I am Hafidz, the young scientist.This blog is about my exciting homeschooling journey.It will remains as my sweet memories forever. Glad to share the special moments with you !!!


Sunday, July 21, 2013

MENCARI MALAM LAILATUL QADAR (MALAM YANG LEBIH BAIK DARI 1,000 BULAN)




Gambar Hiasan Ihsan dari Google


 Hari ini tanggal 13 Ramadhan 1434 Hijrah dan ini bermakna kita sudah berada di pertengahan bulan yang mulia dan penuh dengan keberkatan ini. Semoga pertengahan awal Ramadhan yang sudah berlalu dapat kita penuhi dengan amalan yang diredhai Allah. Semoga separuh lagi baki bulan yang mulia ini akan kita lalui dengan segala kebaikan dengan izin Allah. Semoga segala kelemahan dan kelalaian yang telah kita lakukan di sepanjang separuh bulan Ramadhan yang berlalu, dapat kita perbaiki lagi. Sesungguhnya segala kebaikan adalah semata-mata dari Allah dan segala kelemahan itu adalah dari diri kita sendiri.

Dalam entri saya :
telah dibentangkan tentang Malam Lailatul Qadar. Sekali lagi saya pertengahkan tajuk yang menjadi idaman semua mukmin ini agar kita dapat menghidupkan ilmu ini dan beramal dan seterusnya memetik kemanisan iman.


Kepentingan Malam Lailatul Qadar:

 “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44] : 3-4).


“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” [QS Al Qadar: 1 - 5]



Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar:

1) Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)

Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:
“Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء
“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.”


2) Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain. Pada malam itu malaikat jibril akan menyalami orang yang beribadat pada malam itu dan tandanya ialah kita tiba-tiba rasa sangat sayu dan kemudiannya menangis teresak-esak secara tiba-tiba.


3) Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.


4) Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar.
Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.”


5) Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lazatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabbnya tidak seperti malam-malam lainnya.


6) Bulan nampak separuh bulatan
Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullahshallahu’alaihi wa sallam, baginda bersabda,
“Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim)


Bilakah Berlakunya Malam Lailatul Qadar?

Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil itu lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Terjadinya lailatul qadar di tujuh malam terakhir bulan ramadhan itu lebih memungkinkan sebagaimana hadits dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ - يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ - فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى
“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim)

Dan yang memilih pendapat bahwa lailatul qadar adalah malam kedua puluh tujuh sebagaimana ditegaskan oleh Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu. Namun pendapat yang paling kuat dari berbagai pendapat yang ada sebagaimana dikatakan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari bahwa lailatul qadar itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun. Mungkin pada tahun tertentu terjadi pada malam kedua puluh tujuh atau mungkin juga pada tahun yang berikutnya terjadi pada malam kedua puluh lima tergantung kehendak dan hikmah Allah Ta’ala. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى تَاسِعَةٍ تَبْقَى ، فِى سَابِعَةٍ تَبْقَى ، فِى خَامِسَةٍ تَبْقَى
“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.”  (HR. Bukhari)



Petua Imam Ghazali Dalam Mencari Malam Lailatul Qadar:

Jika awal ramadhan jatuh pada hari:
I) Ahad atau rabu
 Malam Lailatul Qadar dijangka berlaku pada malam 29 ramadhan

II) Isnin
 Malam Lailatul Qadar dijangka berlaku pada malam 21 ramadhan

III) Selasa atau jumaat
 Malam Lailatul Qadar dijangka berlaku pada malam 27 ramadhan

IV) Khamis
 Malam Lailatul Qadar dijangka berlaku pada malam 25 ramadhan

V) Sabtu
 Malam Lailatul Qadar dijangka berlaku pada malam 23 ramadhan

Kata Sheikh Abu Hassan bahawa mula dia baligh, dia sentiasa dapat menghidupkan  Malam Lailatul Qadar pada malam yang tepat mengikut petua diatas.


Berdasar petua di atas, Insyaallah  Malam Lailatul Qadar tahun ini (1434 Hijrah) akan jatuh pada malam 29 Ramadhan kerana kita mula berpuasa pada hari Rabu (10 Julai 2013). Wallahualam....
Walau bagaimanapun, janganlah ibadat pada malam tersebut sahaja. Carilah  Malam Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil yang lain juga!!!!



Tanda-tanda Orang Yang Telah Mendapat Malam Lailatul Qadar:

Ada 4 tanda bagi mereka yang telah mendapat berkat malam Lailatul Qadar.

1) Mereka senantiasa ingin berusaha menjadi yang terbaik di mata Allah maupun kepada manusia. Selalu mengerjakan yang terbaik di mata Allah.

2) Selalu merasakan mereka masih kurang dalam beribadah. Padahal ibadah wajib, seperti solat dan puasa serta ibadah sunah seperti tahajud dan tarawihnya tidak pernah ketinggalan.

3)Dalam pergaulan dengan sesiapa pun, baik dengan golongan atasan atau golongan bawahan, mereka senantiasa menjadi orang yang biasa-biasa saja.Tidak meninggi diri kepada golongan bawahan dan juga tidak merendah diri kepada golongan atasan.

4) Mukanya bercahaya dan 'bersinar'. Sesiapa memandangnya akan rasa sejuk dan seronok. Muka yang bercahaya ini tidak akan diperolehi dengan solekan atau apa saja yang boleh mencantikkan wajah. Cahaya ini adalah cahaya iman dan kurniaan Allah.

Catatan:
Hikmah Allah menyembunyikan pengetahuan tentang terjadinya malam lailatul qadar di antaranya adalah agar ada perbezaan antara orang yang sungguh-sungguh untuk mencari malam tersebut dengan orang yang malas. . Hal ini juga sebagai rahmat Allah agar hamba memperbanyak amalan pada hari-hari tersebut dengan demikian mereka akan semakin bertambah dekat denganNya dan akan memperoleh pahala yang amat banyak. Semoga Allah memudahkan kita memperoleh malam yang penuh keberkahan ini. Amin Ya Sami’ad Da’awat.

Menurut imam Fakhrurrazi bahwa Allah menyembunyikan malam lailatul qadar dari pengetahuan kita sebagaimana Dia menyembunyikan segala sesuatu yang lain. Dia menyembunyikan keredhaanNya pada setiap ketaatan sehingga timbul dalam diri kita keinginan untuk melakukan semua ketaatan atau ibadat itu.

Begitu juga Dia menyembunyikan kemurkaanNya pada setiap perkara maksiat agar kita berhati-hati dan menjauhi segala maksiat dan tidak memilih antara dosa besar dan kecil untuk melakukannya kerana dosa kecil jika terus dilakukan secara berterusan akan menjadi dosa besar jika kita tidak bertaubat dan berusaha meninggalkannya.

Dia menyembunyikan wali-waliNya agar manusia tidak terlalu bergantung kepada mereka dalam berdoa sebaliknya berusaha sendiri dengan penuh keikhlasan dalam berdoa untuk mendapatkan sesuatu daripadaNya kerana Allah menerima segala doa orang yang bersungguh-sungguh dan tidak mudah berputus asa.

Dia menyembunyikan masa mustajab doa pada hari Jumaat supaya kita berusaha sepanjang harinya. Begitulah juga Allah menyembunyikan penerimaan taubat dan amalan yang telah dilakukan supaya kita sentiasa istiqamah dan ikhlas dalam beramal dan sentiasa bersegera dalam bertaubat.

Demikianlah juga dengan penyembunyian malam lailatul qadar agar kita membesarkan dan menghidupkan keseluruhan malam Ramadhan dalam mendekatkan diri kepadaNya bukan hanya sekadar menunggu malam lailatu qadar sahaja untuk beribadat dan berdoa. Tetapi inilah penyakit besar yang menimpa umat Islam yang menyebabkan malam-malam Ramadhan lesu kerana mereka hanya menanti malam yang dianggap malam lailatul qadar sahaja untuk beribadat. Kerana mengejar kelebihan lailatul qadar yang mana kita tidak mengetahui masanya yang tertentu menyebabkan kita terlepas dengan kelebihan Ramadhan itu sendiri yang hanya datang setahun sekali.

Wallahualam
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...